Menjual Rompi Anti Peluru Level 1, Level 2A, Level 2, Level 3A, Level 3 dan Level 4 - Rompi Polisi - Rompi LPSK - Rompi Satpam Bank - Melayani Pembelian wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTB, NTT, dan Sekitarnya.
PENGANTAR
Kami adalah penjual aneka keperluan pakaian perlengkapan pengamanan diri (Self Defense) berupa Rompi Anti Peluru dan Seragam Polisi Huru-Hara. Rompi anti peluru yang kami jual terbuat dari bahan serat aromatic polyamide atau aramid yang dikenal dengan nama dagang Kevlar, Twaron, Dynema, Goldflex, Sectra dan sebagainya, Material ini banyak digunakan dalam keperluan perangkat teknologi tinggi seperti pakaian luar angkasa dan perlengkapan militer, salah satunya untuk material pembuatan Rompi Anti Peluru.
Dalam penggunaannya pada rompi anti peluru, aramid dirajut hingga berbentuk seperti lembaran-lembaran plastik dan ditumpuk hingga beberapa lapis lalu di-press untuk menghasilkan kepadatan material. Setelah itu bagian luar dilapisi oleh material lain (umumnya menggunakan Linir D3000, Ribstock maupun Cordura)
Sifat dari material aramid yakni bereaksi dengan suhu panas dan benturan akibat hantaman benda seperti proyektil peluru dan memberikan reduksi terhadap penetrasi peluru sehingga tidak menembus lapisan-lapisannya. Namun secara fisik masih menyisakan dorongan energi kinetik dari peluru, sehingga dapat menyebabkan luka memar, bengkak atau luka dalam yang cukup serius.
Meskipun dapat mendukung tensile stress yang
besar, kevlar tidak cukup kuat di bawah tekanan kompresif. Untuk
mengatasi masalah ini, kevlar sering digunakan secara bersama dengan
bahan yang kuat terhadap tekanan kompresif.
Anggapan bahwa pemakai rompi anti
peluru dapat terhindar sepenuhnya dari cidera yang dihasilkan oleh
tembakan adalah salah. Perlu ditekankan sekali lagi, bahwa fungsi utama
rompi anti peluru hanyalah untuk menahan peluru. Sehingga peluru tidak
sampai masuk ke dalam tubuh pemakai rompi anti peluru.
Tidak jarang akibat tekanan yang
ditimbulkan peluru tadi, pemakai rompi anti peluru akan menderita luka
memar hingga patah tulang. Tentunya cidera juga tergantung dari jenis
rompi anti peluru yang digunakan. Ini menunjukkan bahwa istilah rompi
anti peluru (bullet proof vest) tidaklah tepat, istilah yang benar
adalah rompi balistik (ballistic vest).
Kevlar dikenal juga sebagai twaron dan poli-parafenilen tereftalamida,
yaitu suatu serat sintetik yang kekuatannya lima kali kekuatan tembaga,
dengan berat yang sama. Kevlar sangat tahan terhadap panas dan
terdekomposisi di atas 3700 oC tanpa meleleh. Kevlar ditemukan oleh
perusahaan DuPont pada awal 1960-an, hasil kerja dari Stephanie Kwolek.
Kevlar merupakan merk dagang yang terdaftar oleh E.I. de Pont de Nemours
and Company.